Kegigihan Tak Kenal Lelah: Armina Dewi Siagian Tempuh Ratusan Kilometer Demi Keadilan untuk Anaknya

oleh -12 Dilihat
oleh

LANGKAT – Hampir 50 hari berlalu sejak Steven Arya Sitorus (17) ditemukan tak bernyawa di tepi Sungai Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Namun, duka yang mendalam justru semakin membakar semangat ibunya, Armina Dewi Siagian, untuk terus mengejar kebenaran.

Steven dilaporkan hilang pada 31 Mei 2026 dan ditemukan keesokan harinya, 1 Juni 2026. Hingga kini, keluarga masih menanti hasil penyelidikan yang transparan. Polda Sumatera Utara dijadwalkan segera menggelar Gelar Perkara Khusus dalam waktu dekat.

Armina tidak membiarkan jarak menjadi penghalang. Dari Toba, ia rutin menempuh perjalanan sekitar 6 jam pulang-pergi demi mengawal kasus ini. Bahkan dalam satu hari yang sama, ia bisa berada di dua tempat berbeda. Siang hari Jumat (17/07/2026), Armina bersama kuasa hukum mendatangi Polda Sumut untuk memastikan proses Gelar Perkara Khusus berjalan sesuai harapan. Sore harinya, ia sudah tiba di Polsek Padang Tualang.

“Dari Toba ke Tangkahan sudah tidak terasa jauh lagi. Biarlah kami lelah, yang penting kasus ini terus dikawal hingga ke Gelar Perkara Khusus,” ujar Armina dengan tegas.

Kegigihan Armina turut didukung keluarga besar. Pada Selasa, 14 Juli 2026, Dengkas Gumuntar Siagian, perwakilan keluarga dari Kodam I/Bukit Barisan, kembali melakukan peninjauan langsung ke lokasi penemuan jenazah. Dari sana, keluarga semakin yakin bahwa kematian Steven tidak wajar.

“Kami melihat banyak kejanggalan, baik dari posisi jenazah saat ditemukan maupun kondisi fisiknya,” kata Dengkas. Menurut keterangan keluarga, Steven mengalami luka trauma berat di kepala yang mencapai batang otak, memar parah, serta luka di telinga, punggung, dan tangan. Semua bukti tersebut telah diserahkan kepada kuasa hukum.

Armina dan keluarga kini sangat menantikan dua hal utama: pelaksanaan Gelar Perkara Khusus di Polda Sumut serta hasil otopsi ekshumasi dari dokter forensik. Mereka berharap fakta sebenarnya bisa terungkap tanpa ada yang ditutup-tutupi.

“Biarlah duka ini kami bawa bersama lelah, tapi kasus ini harus diusut tuntas,” tutur Armina lirih, namun penuh tekad.

Perjuangan seorang ibu yang kehilangan anaknya ini menjadi cerminan cinta dan keteguhan yang luar biasa. Di tengah proses hukum yang panjang dan melelahkan, Armina Dewi Siagian tetap berdiri teguh, menolak menyerah sebelum keadilan benar-benar ditegakkan untuk Steven Arya Sitorus.

Publik kini menanti langkah tegas dari Polda Sumut agar duka keluarga ini tidak berlalu sia-sia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.