Dokter Forensik RS Bhayangkara TK II Medan, dr. Surjit Singh, Sp.F., DFM, didampingi ahli forensik Juwita Panjaitan, menjelaskan bahwa selama proses autopsi tim telah mengambil sampel PA5 untuk kepentingan pemeriksaan lanjutan.

“Sampel yang diambil meliputi jaringan organ vital seperti hati, paru-paru, ginjal, jantung, dan otak. Selain itu juga diambil sampel cairan tubuh berupa darah, urine, vitreous humor, isi lambung, sampel histopatologi, serta sampel toksikologi untuk mendeteksi kemungkinan adanya zat kimia maupun racun,” ujar dr. Surjit Singh.
Ia menambahkan, seluruh proses pengambilan sampel dilakukan secara steril dan terdokumentasi dengan baik di hadapan penyidik, perwakilan keluarga, serta saksi yang terlibat dalam proses pemeriksaan.
Menurutnya, sampel PA5 tersebut akan dikirim ke laboratorium forensik Universitas Sumatera Utara (USU) guna dilakukan analisis lebih lanjut. Hasil pemeriksaan diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai penyebab kematian korban, apakah disebabkan oleh kecelakaan tenggelam, adanya unsur kekerasan, maupun faktor lain yang berkaitan dengan waktu kematian.
“Seluruh proses dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur kedokteran forensik Polri dan dilakukan secara transparan serta independen,” tegasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi awak media, Kanit Reskrim Polsek Padang Tualang, Ipda Juanda, belum memberikan keterangan lebih lanjut dengan alasan penanganan kasus berada pada kewenangan pihak terkait.
Kasus kematian Steven Arya Sitorus menjadi perhatian publik, khususnya di Kabupaten Langkat dan sekitarnya. Selain menyangkut dugaan penyebab kematian korban, peristiwa ini juga memunculkan sorotan terhadap aspek keselamatan pengunjung di kawasan wisata Sungai Tangkahan.
Pihak RS Bhayangkara Tingkat II Medan menyatakan hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium akan disampaikan secara resmi kepada penyidik dan keluarga setelah seluruh tahapan analisis selesai dilakukan.

Mewakili keluarga, Armina Dewi Siagian berharap proses hukum dan penyelidikan dapat berjalan secara terbuka serta mengungkap fakta yang sebenarnya.
“Melalui proses ekshumasi ini, kami ingin mengetahui kebenaran penyebab sebenarnya meninggalnya anak kami, Ariyya Steven Sitorus,” ujarnya.






