Wujudkan Reintegrasi Sosial yang Sehat, Bapas Waikabubak Bersama Klien Pemasyarakatan “Hijaukan” Lapangan Galatama Sumba Barat Daya

oleh -0 Dilihat
oleh

TAMBOLAKA – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Waikabubak kembali menunjukkan peran aktifnya dalam menjaga hubungan harmonis antara klien dengan masyarakat. Pada Jumat pagi (06/03), Bapas Waikabubak mengerahkan Klien Pemasyarakatan untuk melaksanakan aksi “Jumat Bersih” yang dipusatkan di ikon kebanggaan warga Sumba Barat Daya, Lapangan Galatama.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Rahmad Pijati selaku Kepala Bapas Waikabubak. Aksi bersih-bersih ini bukan sekadar rutinitas menjaga kebersihan lingkungan, melainkan bagian dari program pembimbingan klien. Bapas Waikabubak ingin memastikan bahwa para Klien dapat memberikan kontribusi positif yang nyata bagi lingkungan sosial mereka.

Dengan semangat gotong royong, para petugas Bapas dan Klien menyisir setiap sudut Lapangan Galatama, memungut sampah plastik, serta merapikan area rumput yang mulai tidak teratur. Upaya ini dilakukan agar fasilitas publik tersebut tetap nyaman digunakan oleh masyarakat umum untuk berolahraga maupun beraktivitas.

Kepala Bapas Kelas II Waikabubak menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan instrumen penting dalam proses reintegrasi sosial.
“Bapas Waikabubak berkomitmen untuk terus membekali Klien dengan rasa tanggung jawab sosial. Melalui aksi Jumat Bersih ini, kami ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa Klien Pemasyarakatan adalah aset bangsa yang siap berbakti dan berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Pijati di sela-sela kegiatan.

Antusiasme juga terpancar dari wajah para Klien yang mengikuti kegiatan tersebut. Dalam kegiatan kali ini Kodim 1629 SBD juga turut serta selain itu hadir juga Kepala Dinas Sosial Sumba Barat Daya, Lukas Pati Mone dan jajarannya.
“Bapas Waikabubak menjalin hubungan yang baik antar lintas instansi dalam kegiatan kali ini, harapan kami tentunya untuk masyarakat kami (klien) dapat berubah menjadi lebih baik lagi kedepannya. Melalui kegiatan seperti ini juga sebagai bentuk pengenalan kepada masyarakat umum” ungkap Lukas.

Melalui konsistensi kegiatan seperti ini, Bapas Waikabubak berharap stigma negatif terhadap klien dapat terkikis perlahan, digantikan dengan sinergi yang kuat demi kemajuan khususnya di wilayah Sumba Barat Daya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.