Langkat – Di antara rimbunnya alam Tangkahan, aliran air sungai, bebatuan yang kokoh, serta kayu-kayu yang tumbuh dan berserakan di sekitar kawasan tersebut seolah menjadi saksi bisu dari perjalanan terakhir Steven Arya Sitorus. Alam yang biasanya menjadi tempat menikmati keindahan dan ketenangan, kini menyimpan kisah duka dan pertanyaan yang masih menunggu jawaban.
Kayu, batu, dan air yang berada di bumi Tangkahan menjadi bagian dari lokasi yang menyimpan jejak peristiwa sebelum Steven ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Setiap sudut alam tersebut seakan merekam detik-detik terakhir seorang anak muda yang dikenal ceria, mudah bergaul, dan memiliki banyak harapan untuk masa depannya.
Ucapan terakhir Steven, “Duluan aku ya woi,” yang sempat disampaikan kepada temannya, kini menjadi kenangan yang terus melekat. Kalimat sederhana itu menjadi momen yang sulit dilupakan oleh keluarga dan sahabat, karena setelahnya Steven tidak lagi terlihat hingga kabar duka datang.
Keluarga Steven, terutama ibunya Armina Dewi Siagian, terus berupaya mencari kejelasan atas peristiwa yang menimpa putranya. Rasa kehilangan yang mendalam bercampur dengan harapan agar seluruh proses penyelidikan dapat membuka fakta sebenarnya.
Dalam upaya mengungkap perkara tersebut, Polsek Padang Tualang bersama Polres Langkat melakukan langkah penyelidikan melalui pengumpulan keterangan saksi, pemeriksaan berbagai informasi yang berkaitan dengan kejadian, serta melakukan proses prarekonstruksi untuk melihat kembali rangkaian peristiwa yang terjadi di lokasi.
Prarekonstruksi menjadi salah satu upaya penyidik untuk mencocokkan keterangan para pihak dengan kondisi di lapangan. Setiap rangkaian kejadian diperhatikan, mulai dari aktivitas sebelum kejadian hingga situasi yang berkaitan dengan ditemukannya Steven.
Selain itu, proses penyelidikan juga melibatkan pemeriksaan dan pendalaman aspek forensik guna membantu mengetahui penyebab pasti kematian Steven. Keluarga berharap setiap langkah yang dilakukan kepolisian dapat dilakukan secara profesional, transparan, dan memberikan jawaban atas berbagai hal yang masih menjadi tanda tanya.
Air Tangkahan yang terus mengalir, batu yang tetap diam, dan kayu yang menjadi bagian dari alam tersebut kini menjadi simbol kenangan atas kepergian Steven Arya Sitorus. Alam mungkin tidak berbicara, tetapi melalui proses hukum dan penyelidikan, keluarga berharap kebenaran dapat ditemukan.
Steven telah pergi, namun kisahnya masih menjadi perjuangan bagi keluarga, sahabat, dan semua pihak yang ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada hari terakhirnya di Tangkahan.







