Diduga Dijebak Teman Sendiri, Handika ditangkap Sat Narkoba Polda Sumut

oleh -19 Dilihat
oleh

Medan – Kasus penangkapan seorang pria bernama Handika dalam perkara kasus narkotika memunculkan sejumlah pertanyaan dari pihak keluarga
Ayah kandung Handika menyebut anaknya di duga dijebak oleh rekannya sendiri bernama Irhan hingga akhirnya berurusan dengan hukum
Kepada wartawan ayah Handika menjelaskan bahwa anaknya hanya di minta mengantarkan sebuah paket tanpa mengetahui isi dalamnya yang di suruh oleh rekannya bernama Irhan yang bekerja sehari hari sebagai tukang babat rumput
anak saya tidak tahu menahu isi dalam paket tersebut karena di bilang kawanya isi dalam paket tersebut adalah ayam panggang anak saya hanya di suruh mengantarkan paket tersebut aja bahkan sebelumnya Handika anak saya sempat menolaknya ujar ayah Handika saat di mintai keterangannya Minggu 8 Maret 2026
Ayah Handika juga mengatakan anaknya akhirnya menerima permintaan tersebut setelah Irham mengirimkan uang sebesar 1juta di akun gopay dan 600 ribu uang untuk pengiriman paket sisanya 400 ribu rupiah sebagai uang jalan hal tersebut juga di sampaikan langsung oleh Handika
dia tidak menyangka Irhan mengirim uang 1 juta itu ungkap ayah Handika
Sebelumnya sang ayah sudah sempat melarang anaknya untuk menerima paket tersebut takutnya nanti di jebak namum anaknya membantah nasehat sang ayah Handika mengatakan tidak mungkin kawan saya berbuat begitu kepada saya ungkap anaknya
Informasi yang di dapat pihak keluarga menyebutkan bahwa sejak peristiwa tersebut terjadi Irhan sempat melarikan diri ke Aceh setelah Handika di kabarkan di tangkap oleh tim satuan narkotika polda sumut
penangkapan Handika tersebut di kawasan stasiun damri lubuk pakam pada tanggal 22 Desember 2025 sekitar pukul 17.00 wib
petugas menyita barang bukti dari tangan Handika berupa 1 kilogram narkotika jenis sabu sabu dan 4000 butir pil ekstasi
sementara itu pihak keluarga menyoroti proses penangkapan anaknya ayahnya mengaku menerima cerita dari anaknya bahwa saat di tangkap ia tidak melakukan perlawanan apapun namun tetap memdapatkan perlakuan fisik dari oknum petugas
Anak saya bilang tidak melawan sama sekali tapi tetap di pukul di bagian betis nya dan tanganya di hantam agar tidak banyak bicara dia menyebut nama salah satu polisi berinisial R kata sang ayah
Ia pun mempertanyakan tindakan tersebut mengingat anaknya masih muda dan baru lulus sekolah menurutnya Handika selama ini hanya berusaha membantu orang tuanya untuk mencari penghasilan supaya dapur kami tetap berasap,apakah harus di perlakukan seperti itu ungkap sang ayah dengan nada sedih
hingga berita ini di turunkan belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan kekerasan maupun kronologi lengkap penangkapan Handika
pihak keluarga berharap aparat penegak hukum dapat mengusut perkara ini secara objektif dan memberi keadilan bagi semua pihak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.