Danrem 023/KS dan Bupati Tapanuli Tengah Tinjau Banjir Susulan, Evakuasi Warga Zona Merah

oleh -1 Dilihat
oleh

Tapanuli Tengah — Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Tengah sejak dini hari menyebabkan banjir susulan di beberapa wilayah Kecamatan Tukka, termasuk Lorong III Kel. Bonanlumban dan Kel. Hutanabolon, Jumat (2/1/2026).

Peninjauan dilakukan di beberapa titik kritis, antara lain Lorong III Kel. Bonanlumban, Link II Kel. Hutanabolon, dan Sungai Aek Harse Kampung Malaka. Puluhan rumah di Lorong III sempat terendam hingga satu meter, sementara di Kel. Hutanabolon rumah terendam sekitar 30 cm. TNI, Polri, BPBD, dan organisasi Karang Taruna membantu pembersihan rumah, tempat ibadah, serta penggalian aliran sungai untuk mempercepat surutnya air.

Danrem 023/KS dan Bupati Tapanuli Tengah memerintahkan penggunaan alat berat untuk memperbaiki tanggul Sungai Sigala-gala yang jebol. Sebanyak 46 warga dari Desa Saur Manggita, Desa Kalangan II, dan Link V Siantar Gunung dievakuasi menuju posko pengungsian di Hutanabolon. Tiga desa tersebut telah ditetapkan zona merah untuk mencegah warga terjebak banjir atau longsor saat curah hujan tinggi.

Saat ini, kondisi air di lokasi banjir sudah surut, dan warga bersama Karang Taruna setempat melanjutkan pembersihan lingkungan. Evakuasi dan perbaikan tanggul menunjukkan sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam penanggulangan bencana serta perlindungan masyarakat.

Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap, S.E., M.Tr.(Han) menyampaikan, “TNI bersama pemerintah daerah terus memantau situasi banjir, memastikan evakuasi warga berjalan aman, dan mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan curah hujan tinggi serta tidak memasuki zona merah. Sinergi ini penting untuk menjaga keselamatan warga.” Ujarnya.

Sumber: Pendam I/BB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.